jump to navigation

Think out of the box April 2, 2011

Posted by odhemaria in Pendidikan Agama Kristen.
add a comment

Ketika bekerja untuk Bidang Pendidikan Agama Kristen – Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua, saya berpendapat masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama dalam tata kelolah pemeirntahan yang menurut saya memberikan jarak kesenjangan yang semakin jauh dari harapan, hiruk pikuk politik di papua saat ini, lebih banyak menguras tenaga dan dana , hanya untuk kepentingan politik.

Setiap tahunnya saya berkesempatan mengikuti Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Kristen di Jakarta, menurut saya pentingnya pemahaman bersama dengan daerah, terutama sinkronisasi tata kelolah, sehingga infrastruktur pendidian di Papua baik  Sekolah Menengah Teologi Kristen  bisa tersedia secara merata disetiap kabupaten Kota yang ada di Provinsi Papua.

Sangat disayangkan sekali bila harapan itu masih jauh untuk di capai, sebuah solusi adalah para pemangku kepentingan di daerah, terutama bidang pendidikan agama lebih jauh kedepan berpikir , jangan dalam kotak – kotak otonomi khusus yang hanya memperburuk keadaan di daerah.

Setiap tahunnya rekan-rekan kita berkumpul di Bogor untuk membuat rencana   kerja, ada baiknya rencana tersebut lebih di konkritkan dalam sebuah program nyata yang lebih obyektif sesuai kebutuhan daerah. untuk itu mari kita berpikir jauh kedepan dari apa yang ada saat ini

”Sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Kristen” March 18, 2010

Posted by odhemaria in Pendidikan Agama Kristen.
add a comment

Pendidikan mempunyai peran  dalam menetukan tingkat peradaban manusia. Peradaban manusia akan tergambar dari kualitas manusia itu sendiri. Pendidikan tidak dapat dipandang sebelah mata dan harus terus ditingkatkan dan dikembangkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, memiliki budi pekerti luhur dan moral yang baik.


Tujuan pendidikan yang diharapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa  terhadap Tuhan Yang aha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsan. Itu berarti Pendidikan agama juga mempunyai peran dalam membentuk manusia indonesia seutuhnya.

Secara khusus Pendidikan Agama Kristen dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan dalam mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupannya.

Untuk dapat meningkatkan kualitas/mutu Pendidikan Agama Kristen, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan secara bersama yaitu :

  1. Bagaimana kondisi gurunya (Ini menyangkut : Persebaran,  kualifikasi, kompetensi penguasaan materi, kompetensi sosial personal, dan tingkat kesejahteraan);
  2. Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan oleh guru dan pejabat pendidikan daerah;
  3. Bagaimana bahan belajar yang dipakai oleh siswa dan guru (Proporsi buku dan siswa, kualitas buku pelajaran);
  4. Apa rujukan sebagai sumber belajar oleh guru  dan siswa;
  5. Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada;
  6. Adakah sarana pendukung belajar lainnya?  (jaringan sekolah dan masyarakat , jaringan antar sekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi);
  7. Bagaimana kondisi iklim belajar saat ini?

Sambutan Dirjen Bimas Kristen August 16, 2009

Posted by odhemaria in Pemerintahan.
add a comment

laseSalah satu Program Pembangunan Agama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2005-2009 adalah Program Pembinaan Lembaga-lembaga Sosial Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan.
Dalam rangka mengaktualisasikan program di bidang agama tersebut dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan, diperlukan informasi yang lengkap tentang lembaga-lembaga sosial dan keagamaan, khususnya pada agama Kristen di Indonesia.
Upaya penyediaan data dan informasi di bidang agama Kristen terutama menyangkut dalam pelayanan masih merupakan hal yang langka, pada hal data dan informasi di bidang keagamaan adalah sesuatu yang sangat diperlukan, apalagi dalam era globalisasi ini, oleh karena segala sesuatu yang akan direncanakan, diprogramkan dan dilaksanakan, harus didasari dengan data yang valid, sahih dan representatif.
Atas pemikiran tersebut di atas kami menyambut baik pembuatan web site Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen ini

Web site ini memuat informasi keagamaan yang menyangkut sejarah singkat perkembangan pelayanan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, dan cakupan pelayanannya dalam kehidupan umat Kristen di Indonesia. Web site ini juga dimaksudkan sebagai bahan informasi bagi instansi Pemerintah dan organisasi / Lembaga Keagamaan Kristen. Data dan informasi dalam web site ini bersumber dari laporan Daerah, instansi pemerintah yang terkait dan laporan hasil pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen di Pusat dan Daerah.
Akhir kata, kiranya web site ini bermanfaat bagi pembinaan kehidupan umat beragama, khususnya umat Kristen di Indonesia.

Hasil Pengawasan Itjen Depag 2004-2009 Selamatkan Uang Negara Rp 83,2 M June 25, 2009

Posted by odhemaria in Pemerintahan.
add a comment

4198-tbJakarta, 25/6 (Pinmas)–Hasil pengawasan Inspektorat Jenderal (Itjen) Depag periode 2004-2009 telah berhasil menyelamatkan keuangan negara dan telah disetorkan ke kas Negara sebesar Rp 83,2 Milyar.

Demikian dikemukakan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam sambutan yang dibacakan Sekjen Depag Bahrul Hayat dalam acara pembukaan Konsultasi Koordinator Tindak Lanjut Hasil (KLTH) Pengawasan Departemen Agama (Depag) Tahun 2009, yang diselenggarakan Itjen Depag, di Jakarta, Rabu (24/6) malam..

Menurut Menag, hasil pengawasan Itjen Depag, telah menyelamatkan keuangan negara dan telah disetorkan ke kas negara sebesar Rp 83,2 miliar. Sementara itu, hasil pemeriksaan BPK telah berhasil menyelamatkan keuangan negara dan telah dipertanggungjawabkan Rp 1,37 triliun, 14,5 juta Dolar AS, dan 29,8 juta Riyal Saudi, dan hasil pengawasan BPKP telah berhasil menyelamatkan keuangan Negara dan telah disetrkan ke kas Negara sebesar Rp 1,07 triliun.

Hadir dalam acara bertema Implementasi Reformasi Birokrasi Untuk Mewujudkan Good Governance Depag ini, antara lain, Inspektur Jenderal Depag Mundzir Suparta, Auditor Utama BPK Djunaedhi Adie Susanto, para pejabat eselon I Depag, Rektor UIN/IAIN/IHDN, Kakanwil Depag se Indonesia, Ketua STAIN dan pejabat eselon II Depag Pusat.

Menteri Agama menegaskan, sekecil apapun bentuk korupsi harus diperangi dan dihilangkan, terlebih Departemen Agama seharusnya menjadi departemen moral. “Pemberantasan korupsi di lingkungan Depag, tidak dapat ditawar-tawar lagi,” ucapnya.

Menag menyebutkan, gerakan antikorupsi yang di gencarkan pemerintah merupakan momentum penting bagi pemberantasan korupsi secara nasional termasuk di Depag. “Korupsi adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama maupun norma peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ancaman hukuman pida bagi pelaku, kata Menag, adalah cambuk bagi para pelakunya, namun yang lebih penting adalah upaya terus menerus mencegah peluang terjadinya tindakan korupsi. “Pengawasan melalui ajaran agama yang tertanam dalam hati nurani, langkah preventif yang digalakkan,” katanya.

Menag menjelaskan, sampai saat ini, opini hasil pemeriksaan BPK terhadap Depag masih disclaimer, disebabkan antara lain, belum sempurnanya pengelolaan asset barang milik Negara, penyusunan laporan akutansi instans pemerintah, dan permasalahan penerimaan Negara bukan pajak.

Empat Komitmen

Maftuh mengatakan, ada 4 komitmen yang dijalankan dan direalisasikannya secara maksimal sejak pertama dilantik sebagai Menag oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertama, peningkatan penyelenggaraan haji. Kedua, pembangunan pendidikan. Ketiga, peningkatan kualitas beragama dan pembinaan kerukunan hidup umat beragama. Dan keempat, pembangunan tata kelola kelembagaan Depag, yang di dalamnya termasuk pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Irjen Depag Mundzir Suparta mengatakan, pendekatan reformasi birokrasi dilakukan dengan berbagai pendekatan secara teoretis dan konseptual.

“Pendekatan diperlukan dalam rangka membangun birokrasi yang efisien, efektif, produktif, serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta berbagai bentuk penyimpangan lainnya.

Menurut Irjen, ada dua hal mendasar yang menjadi tujuan reformasi birokrasi Depag. Yaitu, perubahan cara berpikir (mindset), dan perubahan manajemen berbasis kinerja.(ts)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.