Peresmian Monumen Injil di Depapre, Papua

PAPUA, DBK – Dirjen Bimas Kristen yang diwakili oleh Direktur Urusan Agama Kristen melakukan kunjungan kerja dalam rangka mendampingi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia  Lenis Kagoya pada peresmian monumen masuknya Injil di Papua yang berlokasi di Depapre, Prov. Papua pada tanggal 20 Juni 2016. Monumen ini dibangun untuk mengingatkan sejarah peristiwa masuknya Injil di Provinsi Papua yang dibawa oleh para misionaris yang mendedikasikan dan mengabdikan diri mereka pada tanah Papua.

peresmian2

Setelah peresmian monumen masuknya Injil di Papua, Kunjungan kerja dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan gereja GKI Depapre, Prov. Papua.

Sumber :

http://bimaskristen.kemenag.go.id/index.php/component/content/article/1-latest-news/284-peresmian-monumen-injil-di-depapre-papua

Norwegia Apresiasi Kehidupan Agama di Indonesia

Jakarta (Pinmas) —- Pemerintah Norwegia mengapresiasi kehidupan umat beragama di Indonesia. Director General Departement for UN and Humanitarian Affairs Kjersti Andersen dari Norwegia menilai  Indonesia sebagai negara dengan kehidupan keagamaan yang baik. 372374

“Selama 12 tahun menjalin kerjasama dengan Indonesia, Norwegia senantiasa mengapresiasi perkembangan agama yang ada di Indonesia,” terang Kjersti saat berbicara pada forum 12th Indonesia-Norway, Human Rights Dialogue, On Religious Issues, Ministry Of Religious Affairs, Republic Of Indonesia, di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Selasa (31/05) siang.

Di Norwegia, lanjut Kjersti, apresiasi negara terhadap agama juga cukup besar. Saat ini, menurutnya di Norwegia sudah berdiri sekitar 100 masjid, dan proses pembinaannya diarahkan dalam upaya deradikasilisasi dan menjaga perdamaian. Selain itu, pendidikan bagi Norwegia juga merupakan sesuatu yang objektif, bukan sebagai doktrin. “Saat ini  masyarakat merasakan kerukunan yang semakin membaik di Norwegia,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Litbang dan Diklah Kemenag Abd. Rahman Masud mengatakan, agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini bahkan secara tegas dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa. “Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi, dan budaya,”jelasnya didampingi Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki.

Ahli Peneliti Utama Ahmad Syafi’i Mufid menyampaikan bahwa perkembangan kehidupan  beragama di Indonesia semakin intensif dan ketaatan beragama juga semakin baik. Namun demikian, Syafi’i mengaku  adanya beberapa persoalan keuammatan yang pada tingkat tertentu kemudian memicu ketegangan. “Di sinilah peranan Kementerian Agama membangun harmoni umat beragama seperti sekarang ini hingga bisa duduk bersama yang dahulunya tidak saling kenal mengenal,” paparnya.

“Dialog banyak diselenggarakan universitas-universitas dan kelompok studi untuk menemukan dan menyatukan pandangan demi terciptanya masyarakat yang rukun dan damai di Indonesia,” tambahnya.

Forum 12th Indonesia-Norway, Human Rights Dialogue ini dihadiri  perwakilan Bimas Islam, Bimas Hindu, Bimas Buddha, Kristen, Katolik, dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro.

Sementara delegasi Norwegia terdiri dari Mattis Rausel (Deputy Director Section for Human Rigths and Democracy, Erling Hoem (Senior Adviser Section for Human Rigths and Democracy), Gunnar Stalsett, Knut Asplund, Lena Larsen, Anne-Li Ferguson,  Hilde Solbakken, Hana Cervenka, dan Thomas Mesberg-Stangeby. (Arief/mkd/mkd)

Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=372374

Keberagaman adalah kekayaan kita bersama

istrimenagMenjelang Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI tingkat Provinsi Papua, sekaligus pembukaan pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) I Kabupaten Jayapura, yang digelar di Stadion Barnabas Youwe, di Sentani, Sabtu. Saya berkesempatan mendampingi Istri Menteri Agama, Ibu Kakanwil Agama Papua dan Ibu Bupati Kab Jayapura serta beberapa istri pejabat dilingkungan kemenag Papua,  Pembukaan dua kegiatan keagamaan secara bersama-sama itu digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura pukul 17.30 WIT, yang dihadiri ribuan umat Islam dan Kristen, serta pada tamu undangan.  MTQ XXVI tingkat Provinsi Papua itu akan berlangsung sejak 28 Mei hingga 2 Juni, sementara Pesparawi I Kabupaten Jayapura akan berlangsung hingga 6 Juni 2016. Tampak hadir dalam acara keagamaan yang dipadukan dengan pencanangan zona integritas kerukunan umat beragama itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Bupati Jayapura Matius Awoitau, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Jannus Pangaribuan. Dalam sambutannya , Lukman Hakim mengungkapkan bahwa masyarakat Papua merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang lebih dulu menikmati matahari (daerah paling timur Indonesia). “Oleh karena itu ada baiknya lagu dari Sabang sampai Merauke perlu diubah menjadi dari Merauke sampai Sabang,” ujarnya sembari menyanyikan lagu nasional itu dan disambut tepuk tangan para hadirin yang hadir di tempat kegiatan dan selanjutnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyampaikan bahwa kerukunan merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang multikultural, multiagama, dan multi suku. Lukman juga mengungkapkan bahwa dua acara keagamaan yang digelar itu merupakan sejarah baru, karena selain baru pertama kali terjadi di Indonesia, juga karena sangat terkait erat dengan program bersama yakni mewujudkan kerukunan antarumat bergama, antarsuku, dan antargolong serta antarwarga.  menagdanistri

Bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin & Istri

“Ini sejarah baru karena integritas dan kerukunan menjadi satu kebersamaan, dan rakyat Papua teristimewa di Kabupaten Jayapura telah mendeklarasikan diri untuk konsiten untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur untuk mewujudkan kerukunan,” ujarnya. Menag Lukman juga mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya acara keagamaan secara bersama-sama itu sebagai bukti nyata nilai-nilai luhur bangsa Indonesia telah tertanam dalam jiwa luhur rakyat Papua. Dan sebagai bagian dari Rakyat Papua, khsusunya Masyarakat Kabupaten Jayapura kita perlu mendukung kepemimpinan Bupati saat ini, karena berbagai upaya kerja keras telah menunjukkan identitas dan integritas keberadaan Kabupaten Jayapura dalam menyambut gema pembangunan dalam keberagaman.

Serahkan DIPA 2016, Menag: Program Harus Berdampak Langsung Pada Masyarakat

318483.jpgJakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan DIPA Induk Unit Eselon I Kementerian Agama Tahun Anggaran 2016, di Operational Room, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/12).
Dalam kegiatan yang diikuti hampir seluruh Pejabat eselon I dan II Kemenag Pusat tersebut, Menag menegaskan, bahwa setiap program yang dilaksanakan, harus berdampak langsung kepada masyarakat.
“Setiap program, setiap kegiatan harus diyakini betul, secara langsung memiliki dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Harus memiliki dampak langsung dalam upaya menjalankan Misi kementerian kita, yakni: Kualitas Kehidupan Keagamaan, Kualitas Pendidikan Keagamaan, Kerukunan Antarumat Beragama dan Penyelenggaraan Haji,” tegas Menag.
Menurut Menag, efisiensi harus menjadi kata kunci dalam pelaksanaan program 2016. “Belanja-belanja perjalanan dinas, pembiayaan kegiatan sosialisasi, orientasi, workshop, konsinyering, rapat-rapat di luar kantor dan rapat kerja di luar wilayah harus dikurangi, termasuk juga studi banding, memenuhi undangan luar negeri, dan lainnya.
“Kita, harus dengan kesadaran penuh, untuk menyadari, apakah kegiatan seperti itu, betul-betul memiliki dampak secara langsung bagi upaya kita menjalankan Misi Kementerian. Apakah kegiatan seperti itu, memiliki signifikansi, relevansi dan urgensi dalam upaya kita mensejahterakan masyarakat. Tanyakan pada diri kita sendiri,” tuturnya.
“Karena semua kita adalah pemimpin. Maka, dalam menerapkan efisiensi, tanyakan kepada nurani kita masing-masing, apakah setiap anggaran, setiap pos pembiayaan atas kegiatan tertentu, itu memang memiliki relevansi, signifikasi dan urgensi, terkait dengan pencapaian target, terkait mencapaian Misi kemenag,” tambahnya.
Menag mengapresiasi jajarannya atas berbagai capaian dan penghargaan di sepanjang 2015. Capaian ini menurut Menag harus dijaga dengan berkinerja secara labih baik lagi. Menag berharap, para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan koordinasi dan konsultasi kepada pengawas, baik internal maupun eksternal, agar pelaksanaan anggaran bisa lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag Nur Syam melaporkan DIPA Kemenag Tahun Anggaran 2016. Diterangkan Sekjen, DIPA Anggaran Kemenag Tahun 2016 terdiri atas 11 Program, yakni; Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis lainnya, Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas, Pendidikan Islam, Bimbingan Masyarakat Islam, Bimbingan Masyarakat Kristen, Bimbingan Masyarakat Katolik, Bimbingan Masyarakat Hindu, Bimbingan Masyarakat Buddha, Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Litbang dan Diklat. (g-penk/mkd/mkd) Sumber : Humas Kemenag

Menag Sambut Baik Rencana Pencanangan Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama di Jayapura

322334.jpgJakarta (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik Kabupaten Jayapura mencanangkan zona integritas akan kerukunan umat beragama. Menurut Menag, kerukunan umat beragama di Papua sudah terbangun dengan baik dan menjadi tanggung jawab kita semua dalam menjaga kerukunan umat beragama dimana saja.

“Saya turut bangga dan senang kerukunan di Papua telah terbangun baik dengan mencanangkan zona integritas,” demikian disampaikan Menag saat menerima kunjungan Bupati Jayapura Bupati Jayapura Mathius Awditauw dan Ketua STAIN Al Fatah Jayapura Idrus Al Hamid Saifuddin di ruang kerja Menteri Agama, Rabu (13/01). Ikut mendampangi Menag Pgs Pusat Kerukunan Umat Beragama Mudhofier  dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda.

Selain menyambut baik pencanangan Zona Integritas, Menag juga mengapresiasi rencana kegiatan Pesparawi dan MTQ Tk. Kabupaten di Kabupaten Jayapura yang pembukaanya akan dilakukan secara bersama-sama dan pelaksanaanya masing-masing.

“Mugkin ini baru pertama kalinya pembukaan pencanangan Zona Integritas Pesparawi dan MTQ bersamaan, semoga menjadi contoh kerukunan yang nyata,” kata Menag.

Menag minta agar program ini agar dapat dikomunikasikan atau dikonsultasikan terlebih dulu kepada berbagai pihak terkait seperti Majeleis Ulama Indonesia (MUI), dengan perwakilan PGI, KWI, Uskup, tokoh-tokoh agama disana untuk dimintakan pandanganya terkait rencana kegiatan tersebut.

“Jangan sampai terjadi pandangan-pandangan yang berbeda dan negatif di masyarakat nantinya. Perlu dicermati terkait pandangan pro- kontra,” ucap Menag.

Menurut Menag,  Papua merupakan Provinsi di Indonesia Timur dengan berbagai karateristik yang unik dengan alam yang indah, khususnya di Kabupaten Jayapura. Menag berharap ini menjadi percontohan zona integritas kerukunan umat beragama di wilayah Indonesia Timur.

Senada dengan Menag, Bupati Jayapura Mathius Awditauw menjelaskan, ide pencanangan zona inegritas tersebut ingin menunjukan kerukunan umat beragama di Papua khususnya di Jayapura yang sudah terbangun lama, namun informasi akan Papua di luar sana berbeda dengan apa yang sudah kami bangun.

“Semangat itu yang mendorong kami ingin menunjukan bahwa Papua itu rukun, “muslim dan kristen di Papua sangat harmonis, dan bukan hal baru tentang kerukunan. Namun informasi yang keluar sangat berbeda,” kata Mathius.

Dikatakannya, sebagian banyak orang memandang berbeda terhadap  orang Papua, namun kita sebenarnya tidak seperti itu. Kami di sana sangat rukun dan dapat menjalin hubungan lintas agama dangan baik, dengan contoh saat hari Idul Adha 1435H/2015M lalu, kami mengundang Syehk Umar Jabir sebagai penceramah dihadapan pimpinan daerah, tokoh agama dalam memberi semangat kerukunan di sana.

“Paling tidak persepsi yang tergambarkan akan Papua itu baik dan rukun,” jelas Mathius.

Selanjutnya, kepada Menag, Mathius mengundang Menteri Agama RI untuk dapat menghadiri sekaligus membuka acara pencangan zona integritas, Pesparawi dan MTQ Tingkat Kabupaten Jayapura.

Sependapat dengan Bupati Jayapura, Idrus Alhamid selaku Ketua STAIN Al Fatah menambahkan bahwa masyarakat Papua ingin menunjukan arti kerukunan umat beragama di Papua. Dijelaksan Idrus, konstetasi agama sudah reda yang ada budaya, saat ini, isu agama sudah menjadi ruang publik yang dingin, walau ada kekhawatiran namun semangat menjaga kerukunan harus tetap kita perjuangkan dan dijaga

“Kita ingin memunculkan pawai-pawai perdamaian,” kata Idrus. (rd/dm/dm)

Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=322334

”Sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Kristen”

Pendidikan mempunyai peran  dalam menetukan tingkat peradaban manusia. Peradaban manusia akan tergambar dari kualitas manusia itu sendiri. Pendidikan tidak dapat dipandang sebelah mata dan harus terus ditingkatkan dan dikembangkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, memiliki budi pekerti luhur dan moral yang baik.


Tujuan pendidikan yang diharapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa  terhadap Tuhan Yang aha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsan. Itu berarti Pendidikan agama juga mempunyai peran dalam membentuk manusia indonesia seutuhnya.

Secara khusus Pendidikan Agama Kristen dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan dalam mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupannya.

Untuk dapat meningkatkan kualitas/mutu Pendidikan Agama Kristen, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan secara bersama yaitu :

  1. Bagaimana kondisi gurunya (Ini menyangkut : Persebaran,  kualifikasi, kompetensi penguasaan materi, kompetensi sosial personal, dan tingkat kesejahteraan);
  2. Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan oleh guru dan pejabat pendidikan daerah;
  3. Bagaimana bahan belajar yang dipakai oleh siswa dan guru (Proporsi buku dan siswa, kualitas buku pelajaran);
  4. Apa rujukan sebagai sumber belajar oleh guru  dan siswa;
  5. Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada;
  6. Adakah sarana pendukung belajar lainnya?  (jaringan sekolah dan masyarakat , jaringan antar sekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi);
  7. Bagaimana kondisi iklim belajar saat ini?

Sambutan Dirjen Bimas Kristen

laseSalah satu Program Pembangunan Agama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2005-2009 adalah Program Pembinaan Lembaga-lembaga Sosial Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan.
Dalam rangka mengaktualisasikan program di bidang agama tersebut dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan, diperlukan informasi yang lengkap tentang lembaga-lembaga sosial dan keagamaan, khususnya pada agama Kristen di Indonesia.
Upaya penyediaan data dan informasi di bidang agama Kristen terutama menyangkut dalam pelayanan masih merupakan hal yang langka, pada hal data dan informasi di bidang keagamaan adalah sesuatu yang sangat diperlukan, apalagi dalam era globalisasi ini, oleh karena segala sesuatu yang akan direncanakan, diprogramkan dan dilaksanakan, harus didasari dengan data yang valid, sahih dan representatif.
Atas pemikiran tersebut di atas kami menyambut baik pembuatan web site Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen ini

Web site ini memuat informasi keagamaan yang menyangkut sejarah singkat perkembangan pelayanan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, dan cakupan pelayanannya dalam kehidupan umat Kristen di Indonesia. Web site ini juga dimaksudkan sebagai bahan informasi bagi instansi Pemerintah dan organisasi / Lembaga Keagamaan Kristen. Data dan informasi dalam web site ini bersumber dari laporan Daerah, instansi pemerintah yang terkait dan laporan hasil pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen di Pusat dan Daerah.
Akhir kata, kiranya web site ini bermanfaat bagi pembinaan kehidupan umat beragama, khususnya umat Kristen di Indonesia.