Menag Sambut Baik Rencana Pencanangan Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama di Jayapura

322334.jpgJakarta (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik Kabupaten Jayapura mencanangkan zona integritas akan kerukunan umat beragama. Menurut Menag, kerukunan umat beragama di Papua sudah terbangun dengan baik dan menjadi tanggung jawab kita semua dalam menjaga kerukunan umat beragama dimana saja.

“Saya turut bangga dan senang kerukunan di Papua telah terbangun baik dengan mencanangkan zona integritas,” demikian disampaikan Menag saat menerima kunjungan Bupati Jayapura Bupati Jayapura Mathius Awditauw dan Ketua STAIN Al Fatah Jayapura Idrus Al Hamid Saifuddin di ruang kerja Menteri Agama, Rabu (13/01). Ikut mendampangi Menag Pgs Pusat Kerukunan Umat Beragama Mudhofier  dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda.

Selain menyambut baik pencanangan Zona Integritas, Menag juga mengapresiasi rencana kegiatan Pesparawi dan MTQ Tk. Kabupaten di Kabupaten Jayapura yang pembukaanya akan dilakukan secara bersama-sama dan pelaksanaanya masing-masing.

“Mugkin ini baru pertama kalinya pembukaan pencanangan Zona Integritas Pesparawi dan MTQ bersamaan, semoga menjadi contoh kerukunan yang nyata,” kata Menag.

Menag minta agar program ini agar dapat dikomunikasikan atau dikonsultasikan terlebih dulu kepada berbagai pihak terkait seperti Majeleis Ulama Indonesia (MUI), dengan perwakilan PGI, KWI, Uskup, tokoh-tokoh agama disana untuk dimintakan pandanganya terkait rencana kegiatan tersebut.

“Jangan sampai terjadi pandangan-pandangan yang berbeda dan negatif di masyarakat nantinya. Perlu dicermati terkait pandangan pro- kontra,” ucap Menag.

Menurut Menag,  Papua merupakan Provinsi di Indonesia Timur dengan berbagai karateristik yang unik dengan alam yang indah, khususnya di Kabupaten Jayapura. Menag berharap ini menjadi percontohan zona integritas kerukunan umat beragama di wilayah Indonesia Timur.

Senada dengan Menag, Bupati Jayapura Mathius Awditauw menjelaskan, ide pencanangan zona inegritas tersebut ingin menunjukan kerukunan umat beragama di Papua khususnya di Jayapura yang sudah terbangun lama, namun informasi akan Papua di luar sana berbeda dengan apa yang sudah kami bangun.

“Semangat itu yang mendorong kami ingin menunjukan bahwa Papua itu rukun, “muslim dan kristen di Papua sangat harmonis, dan bukan hal baru tentang kerukunan. Namun informasi yang keluar sangat berbeda,” kata Mathius.

Dikatakannya, sebagian banyak orang memandang berbeda terhadap  orang Papua, namun kita sebenarnya tidak seperti itu. Kami di sana sangat rukun dan dapat menjalin hubungan lintas agama dangan baik, dengan contoh saat hari Idul Adha 1435H/2015M lalu, kami mengundang Syehk Umar Jabir sebagai penceramah dihadapan pimpinan daerah, tokoh agama dalam memberi semangat kerukunan di sana.

“Paling tidak persepsi yang tergambarkan akan Papua itu baik dan rukun,” jelas Mathius.

Selanjutnya, kepada Menag, Mathius mengundang Menteri Agama RI untuk dapat menghadiri sekaligus membuka acara pencangan zona integritas, Pesparawi dan MTQ Tingkat Kabupaten Jayapura.

Sependapat dengan Bupati Jayapura, Idrus Alhamid selaku Ketua STAIN Al Fatah menambahkan bahwa masyarakat Papua ingin menunjukan arti kerukunan umat beragama di Papua. Dijelaksan Idrus, konstetasi agama sudah reda yang ada budaya, saat ini, isu agama sudah menjadi ruang publik yang dingin, walau ada kekhawatiran namun semangat menjaga kerukunan harus tetap kita perjuangkan dan dijaga

“Kita ingin memunculkan pawai-pawai perdamaian,” kata Idrus. (rd/dm/dm)

Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=322334

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s